Wednesday, November 4, 2015

TIPS SEBAGAI FOTOGRAFI PEMULA



Berstatus sebagai seorang pemula dalam menjalankan suatu kegiatan bukanlah suatu penghalang bagi siapapun, begitu pula bagi mereka yang saat ini sedang mendalami dunia fotografi. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa perkembangan teknologi semakin hari semakin canggih, begitu pula dalam dunia fotografi. Sejumlah teknologi kamera terbaru kini sudah banyak beredar luas, mulai dari kamera polaroid, kamera film hingga kamera digital (kamera saku, kamera superzoom, kamera digital slr). 

Tidak berlebihan kiranya jika jenis kamera digital saat ini dipilih oleh banyak orang disamping karena variannya yang lebih banyak, keunggulan fitur didalamnya dan yang terpenting kamera jenis ini sangat mudah digunakan sehingga banyak dipilih oleh masyarakat baik mereka yang masih pemula maupun yang sudah pro dalam dunia jepret.

Bagi siapapun yang saat ini sedang mendalami dunia fotografi baik itu secara autodidak ataupun kursus tentunya sudah pernah membaca atau mendengar sejumlah tips fotografi untuk pemula dari berbagai sumber, baik itu tips fotografi untuk sekedar hobi ataupun karena memang ingin menjadi fotografer pro kelak. Berikut kami kumpulkan sejumlah tips fotografi untuk pemula yang wajib anda ketahui.
 
CARA-CARA MENJADI FOTOGRAFI PEMULA :
1.      Beli Kamera Sesuai Jenis Kebutuhan 
Kamera yang ideal bagi seorang pemula tentu saja kamera yang tidak terlalu mahal, cukup bisa diandalkan dalam segala momen dan tentunya mudah untuk digunakan. 
2.      Kenali dan Pahami Cara Kerja Semua Fitur di Kamera
Fotografer pemula sebaiknya membaca buku manual secara tuntas dan lakukan penjajakan fitur dan tombol pada kamera. Penentuan fitur mode pada kamera slr bisa disesuaikan sesuai dengan objek yang akan diambil, apakah itu auto mode atau manual mode semuanya disesuaikan dengan hasil seperti apa yang hendak kita tangkap.
3.      Belajar Cara Memegang Kamera
Memegang kamera secara stabil sangat menentukan kualitas hasil gambar yang ditangkap. Oleh karena itu tangan yang bergerak atau jari yang bergetar saat mengambil gambar menjadi hal yang harus dihindari. Tetapi bila kendala sulit untuk diatasi maka anda harus mempertimbangkan untuk membeli tripod (kaki kamera).
4.      Fokus pada Objek yang Akan di-capture
Menangkap objek yang diam dan yang sedang bergerak tentu saja membutuhkan fokus yang juga berbeda dan ini tentu perlu latihan dan experiment yang berulang-ulang. Hal ini tentu berkaitan dengan pengaturan kamera, misalnya pengaturan ISO (kepekaan cahaya), aperture (bukaan lensa) ataupun shutter speed (rentang waktu ketika kita memencet tombol hingga tombol kembali ke posisi semula).
5.      Menentukan Angle 
Pengambilan angle suatu objek bisa dipelajari secara bertahap, kemampuan ini menuntut feels dari sang fotografer.  
6.      Memperhitungkan Intensitas Cahaya  
Perbedaan intensitas cahaya, baik kurang, cukup ataupun berlebih memerlukan settingan mode yang berbeda pula dan ini bisa dipelajari secara autodidak hasil kebiasaan.  
7.      Eksperimen dan Terus Berlatih
Belajar fotografi berarti harus benar-benar mengusung prinsip kebebasan bereksperimen dan jangan takut jika hasil gambar yang kita tangkap ternyata tidak bagus. Kemampuan fotografi seseorang sangat ditentukan oleh jam terbang dan seberapa sering rutinitas ini dilakukan. Itu artinya kita jangan bosan untuk belajar men-jepret objek dan selalu siapkan kamera slr anda kemanapun anda pergi, anda tentu tidak mau momen-momen penting dalam hidup berlalu begitu saja bukan?
8.      Membuka Diri
Tidak menutup diri untuk terus belajar dan bertanya. Bersikaplah terbuka dalam menerima saran dan masukan dari orang-orang disekitar anda yang lebih paham dunia fotografi.

SUMBER : http://www.duniafotografi.com/2015/09/tips-fotografi-untuk-pemula.html
 


PEMBELIAN



A.    Proses Keputusan Membeli
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan, keadaan ekonomi. Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian. Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, anatara lain:
1.      Pengenalan Masalah
Merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.
2.      Pencarian informasi.
Seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
3.      Evaluasi Alternatif
Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.
4.      Keputusan Pembeli
Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.
5.      Evaluasi Pasca Pembalian
Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
B.     Memilih Alternatif Terbaik
Di dalam pengambilan keputusan, pengambil keputusan harus memilih salah satu alternatif di antara banyak alternatif. Pemilihan dapat dilakukan berdasarkan pada kriteria tertentu, kompromi, atau tekanan. Memang harus diakui ada hasil keputusan yang memuaskan semua pihak tetapi ada juga yang merugikan pihak lain.
C.     Memilih Sumber-sumber Pembelian
Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal, pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif hanya dengan membaca iklan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.
Pencarian informasi internal tentang sumber–sumber pembelian dapat berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan, yaitu :
a.       Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan.
b.      Sumber komersial : Iklan, wiraniaga, agen, kemasan, pajangan.
c.       Sumber publik : media massa, organisasi penilai konsumen.
d.      Sumber pengalaman : penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.

SUMBER : https://rivaldiligia.wordpress.com/2011/12/14/evaluasi-alternatif-sebelum-pembelian/

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN




A.    Kriteria Evaluasi
Kriteria evaluasi, salah satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen, memegang peranan penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen melakukan aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat pada satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia gunakan sebagai dasar keputusan memilih produk (Kotler, 2005).
B.     Penentuan Alternatif Pilihan
Ø  Kriteria Evaluasi
Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan criteria, keselamatan, kenyamana, harga, merek, negara asal (country of origin) dan juga spek hedonik seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya. Beberapa criteria eveluasi yang umum adalah:
1.      Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murahuntuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
2.       Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
3.      Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
4.      Saliensi kriteria evaluasi
Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa criteria evluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencook (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.
C.    MENAKSIR ALTERNATIF PILIHAN
Kriteria yang telah di tentukan seperti diatas kemudian akan memunculkan beberapa alternatif produk,  alternatif ini lah yang digunakan konsumen dalam Menaksir alternatif pilihan. Dalam menaksir suatu alternatif dari pilihan yang ada maka konsumen harus memikirkan resiko yang akan diterima apabila konsumen memilih alternatif tersebut, dan meninggalkan alternatif  lain yang ada. Ada tiga sudut pandang dalam menganalisis/menaksir alternatif  pilihan keputusan konsumen :
v  Sudut Pandang Ekonomis
Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahui semua alternatif produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternatif yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik, disebut economic man.
v  Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai kognitif man atau sebagai problem solver. Kosumen merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economic man dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan keputusannya pada keputusan yang memuaskan.
v  Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi. Anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang rasional.
D.    MENYELEKSI ATURAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Dalam mengambil keputusan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang paling utama adalah yang paling maksimal dakam memenuhi berbagai kriteria yang dapat di capai oleh produk. Tingkat tinggi satu atribut tidak dapat mengimbangi tingkat rendah yang lain. keputusan disjungtif aturan dan kata penghubung dapat menghasilkan seperangkat alternatif yang bisa diterima, sedangkan sisanya aturan umumnya menghasilkan satu “terbaik” alternative, yaitu :
a.       Kata penghubung Aturan Keputusan
Aturan keputusan kata penghubung menetapkan standar kinerja minimum yang diperlukan untuk setiap kriteria evaluatif dan memilih yang pertama atau semua merek yang memenuhi atau melebihi standar minimum. Karena individu memiliki keterbatasan kemampuan untuk memproses informasi, aturan kata penghubung yang sering digunakan untuk mengurangi ukuran tugas pengolahan informasi untuk beberapa tingkat dikelola
b.      Disjungtif Aturan Keputusan
Aturan keputusan disjungtif menetapkan tingkat minimum kinerja untuk setiap atribut yang penting (sering level yang cukup tinggi). Ketika aturan pengambilan keputusan disjungtif digunakan oleh target pasar, sangat penting untuk memenuhi atau melampaui konsumen persyaratan pada setidaknya salah satu kriteria kunci.
c.       Eliminasi oleh aspek Aturan Keputusan
Untuk target pasar menggunakan eliminasi oleh aspek aturan, sangat penting untuk memenuhi atau melampaui  satu atau lebih persyaratan konsumen persyaratan (dalam urutan) dari kriteria yang digunakan dari kompetisi.
d.      Leksikografis Aturan Keputusan
Aturan pengambilan keputusan leksikografis mirip dengan eliminasi-oleh aspek aturan-. Perbedaannya adalah bahwa aturan leksikografis mencari kinerja maksimum pada setiap tahap, sedangkan eliminasi oleh aspek mencari kinerja yang memuaskan pada setiap tahap.
e.       Kompensasi Aturan Keputusan
Aturan keputusan kompensasi menyatakan bahwa merek yang tingkatan tertinggi pada jumlah konsumen penilaian dari kriteria evaluatif yang relevan akan dipilih.memiliki tingkat kinerja pada atau di dekat kompetisi pada pentingnya fitur lebih karena mereka menerima lebih berat dalam keputusan daripada atribut lainnya.